Selasa, 20 Agustus 2013

Urus Uji KIR di Depok, Supir: Cepat Kok

Share it Please



Uji Kirdepoknews.com | Sejumlah supir truk dan bak terbuka yang mengurus Kartu Izin Trayek (KIR) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Cilodong, Depok menyatakan bahwa mengurus uji KIR tidak membutuhkan waktu yang lama. Dalam pengujian tersebut hanya membutuhkan waktu tidak lebih 60 menit.


“Cepat kok tadi mah. Ga lama..kira-kira satu jam an. Cuma truk yang saya pegang terdeteksi tirodnya kena dan harus diperbaiki. Terpaksa harus diperbaiki dulu baru, terus balik lagi untuk dapat buku KIR. Biayanya saya ga tahu, karena yang bayar bos,” kata Ujang (50) yang sejak tahun 1999 menjadi supir truk, Selasa (20/8/13).


Menurut Ujang, tirod truknya rusak akibat jalan di jalur pantai utara (pantura) bergelombang dan rusak.


“Saya bawa makanan kecil untuk dikirim ke Jawa. Beban yang saya bawa ringan bahkan lebih berat boks truknya. Ini karena jalan rusak dan bergelombang sehingga tirodnya kena,” tuturnya pria yang tinggal di Bantar Kemang, Bogor Timur tersebut.


Hal senada disampaikan Amri (28) warga Sukmajaya, Depok. Ia menambahkan untuk uji KIR pihaknya dibebankan retribusi Rp 40.000.


“Cepet kok. Mungkin karena sepi jadi cepat prosesnya,” imbuhnya.


Kepala UPT PKB Dinas Perhubungan Kota Depok, Muhammad Yusuf menyatakan bahwa waktu uji KIR 60 menit memang waktu standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Ada 11 tahapan yang harus dilalui dalam uji KIR.


“Itu memang waktu yang kami tetapkan. Mau ramai atau sepi. Waktunya segitu. Ramai kan mobilnya berjalan. Yah kalau kebagian antrian 10 yah harus menunggu yang duluan,” imbuhnya.


Yusuf menyatakan bahwa jika dalam pengujian itu ada catatan terhadap si pemilik mobil maka si pemilik harus melaksanakan catatan tersebut.


Contohnya mengganti tirod, spooring balancing, mengganti rem bocor, dan ganti laher roda. Tim pengujian akan memberikan surat jalan untuk memperbaiki kendaraan terrsebut di bengkel yang dipercayai si pemilik kendaraan.


“Jika belum diperbaiki maka belum diberi buku KIR dan peneng. Umumnya seminggu baru kembali lagi. Kasus yang lama itu bila ada chasis mobil yang patah,” paparnya.


Dikatakan Yusuf, pengurusan uji KIR dapat dilakukan sendiri dan dibantu koperasi atau paguyuban supir. Retribusi yang ditetapkan sesuai dengan Perda No 2 tahun 2012 tentang penyelenggaraan bidang perhubungan dan Perda No 9 tahun 2012 tentang retribusi bidang perhubungan. Retribusi itu disesuaikan dengan berat kendaraan.


“Soal jasa pengurusan itu kesapakatan antara koperasi dan si pemilik mobil. Retribusi yang dibayarkan sesuai dengan Perda. Tidak ada calo di sini. Buktikan aja di lapangan,” tandasnya.


(Akbar) foto: ilustrasi


August 20, 2013 at 08:00PM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

blog rank

Flag Counter